Home Film Sepuluh film yang pantas Anda tonton di bulan Februari

Sepuluh film yang pantas Anda tonton di bulan Februari

46
0
SHARE


Hak atas foto
Marvel Studios

Dari Black Panther sampai animasi untuk orang dewasa tentang nilai masyarakat mengenai seksualitas di Iran, inilah sejumlah film yang layak untuk Anda tonton, menurut editor budaya BBC.

Hak atas foto
Grasshopper Film

Did You Wonder Who Fired the Gun?

Jika poster yang memperlihatkan gambar negatif film dari Atticus Finch — atau Gregory Peck sebagai Atticus Finch dalam film dari tahun 1962 yang merupakan adaptasi dari novel To Kill a Mockingbird — belum jugajelas bagi Anda, maka Did You Wonder Who Fired the Gun? adalah dokumenter yang cerdas yang mendekonstruksi ide tentang ‘whitewashing‘ dalam sejarah di AS, tentang “white saviours” atau kulit putih penyelamat, dan penerapan hukum yang rasis.

Pembuat filmnya adalah Travis Wilkerson, yang kakek buyutnya membunuh seorang pria kulit hitam pada 1946 dan tak dihukum.

Wilkerson kemudian mengarahkan kameranya ke keluarganya sendiri dan, seperti ditulis oleh kritikus film Manohla Dargis di The New York Times, “meramu kisah pribadi dan kisah politik, dan menelusuri jalanan Alabama yang seram dan sepi untuk menuju ke arah sejarahnya yang penuh kemarahan. Hasilnya adalah pandangan yang penting dan kadang berkarat dari masa lalu Amerika yang kemudian dihadirkan lewat cermin keluarga, patriarki, supremasi kulit putih dan perlawanan kulit hitam.”

Hak atas foto
Netflix

The Trader

Netflix mungkin telah menghapus sebagian besar film yang dibuat sebelum 1980 dari koleksinya, namun masih ada beberapa indikasi bahwa layanan ini kini masih menarik bagi peminat serius film — terutama dalam komitmennya akan film dokumenter.

Dalam beberapa bulan ke depan, Netflix akan merilis beberapa film dokumenter dengan tema yang cukup luas, seperti pionir psikedelik Ram Dass, seorang remaja perempuan India yang bangkit dari kemiskinan dan menjadi pemanah peringkat satu dunia, dan peneliti pengobatan eksperimental.

Namun yang pertama adalah The Trader dari Tamta Gabrichidze, yang memenangkan dokumenter terbaik di Hot Docs.

Film dengan gaya verite ini menyoroti seorang pria Georgia bernama Gela yang menjelajahi negara Kaukasus yang miskin itu sambil menjual berbagai barang kelontong dan mengumpulkan kentang, yang nilainya sama dengan (atau malah melebihi) uang.

Hak atas foto
Neon

I, Tonya

Tonya Harding adalah salah satu figur dengan reputasi buruk di olahraga seluncur es.

Namun kini kita mendapat sisi ceritanya dalam I, Tonya — apakah dia terlibat atau tidak dalam konspirasi untuk menganiaya kompetitornya, Nancy Kerrigan, menjelang Olimpiade Musim Dingin 1994?

Karakter Harding, yang diperankan oleh Margot Robbie, yang oleh kritikus film BBC Culture Caryn James disebut sebagai “inti emosional film ini” dan mendapat empat bintang, menjadi sosok yang simpatik.

Film ini dimunculkan dalam gaya mockumentary dengan para pemain yang menjadi kerabat dan keluarga Harding berbicara langsung ke kamera seperti sedang diwawancara.

Kekerasan dan kemiskinan yang dialami Harding saat tumbuh dewasa pun dibahas di sini.

Allison Janney, sebagai ibu Harding yang kasar dan suka memaki menjadi unggulan untuk aktor pendukung terbaik di Academy Awards pada 4 Maret nanti.

Meski kadang naskah film ini terlalu gamblang, namun film ini merupakan visi yang menarik akan seorang atlet yang mencoba dan gagal untuk hidup dan bertanding sebagaimana dicita-citakannya.

Hak atas foto
Film4

Dark River

Clio Barnard adalah salah satu sosok paling menarik di dunia film Inggris saat ini.

Dia memenangkan penghargaan pendatang baru terbaik di London Film Festival pada 2010 untuk The Arbor, sebuah dokumenter eksperimental tentang penulis drama Yorkshire, Andrea Dunbar.

Kemudian dia membuat adaptasi dari karya Oscar Wilde, The Selfish Giant, yang dianggap sebanding dengan karya realis sutradara Ken Loach.

Kini dia membuat Dark River, sebuah film thriller tentang seorang perempuan (Ruth Wilson) yang kembali ke kampung halamannya setelah 15 tahun pergi untuk mengklaim peternakan milik keluarganya sepeninggal ayahnya.

Justin Chang dari Los Angeles Times menyebut Dark River “karya yang penuh atmosfer…drama yang berani” di Toronto Film Festival tahun lalu.

Hak atas foto
StudioCanal

Early Man

Nama Nick Park mungkin belum terlalu terkenal di luar Inggris, namun, sebagai pembuat karakter Wallace & Gromit dan Shaun the Sheep, dia adalah salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah animasi.

Park, pemenang empat piala Oscar, menyutradarai film panjang pertamanya sejak Wallace & Gromit: The Curse of the Were-Rabbit, 13 tahun lalu.

Filmnya, Early Man, menghadapkan karakter manusia gua muda Dug (Eddie Redmayne) dan babi hutan liarnya Hognob (Park sendiri) melawan siasat Lord Nooth (Tom Hiddleston) yang memasuki Era Perunggu lebih cepat dari suku Dug dan ingin menundukkan mereka dengan senjata canggih.

Hak atas foto
Kino Lorber

Tehran Taboo

Antara Loving Vincent dan Window Horses, 2017 menjadi tahun penting bagi animasi yang ditujukan untuk orang dewasa.

Di 2018, pencapaian film-film itu berlanjut dengan Tehran Taboo, karya pembuat film kelahiran Iran Ali Soozandeh, yang memperlihatkan apa yang dipikirnya sebagai kemunafikan dan korupsi yang ada di negara teokrasi tersebut.

Film ini menampilkan beberapa karakter, termasuk seorang pekerja seks yang diperas oleh hakim pengadilan agama, seorang perempuan yang berusaha untuk bisa melakukan operasi yang “mengembalikan” keperawanan, dan seorang perempuan muda yang dijual untuk perbudakan seks di Dubai.

Dengan menggunakan teknik rotoscope, di mana para pemainnya berakting seperti biasa kemudian animasi digambar di sekitar penampilan mereka, seperti halnya Waking Life dan A Scanner Darkly karya Richard Linklater.

Tehran Taboo, menurut Wendy Ide dari Screen Daily, adalah, “Serangan yang hidup, dan penting akan moralitas Iran…penuh dengan energi dan perilaku buruk.”

Hak atas foto
PARAMOUNT PICTURES

Annihilation

Alex Garland memesona penonton dengan Ex Machina, sebuah film fiksi sains independen dengan anggaran $15 juta dolar dan tampak seperti film senilai $150 juta.

Kini dia kembali dengan film yang melewati genre, antara sains dan fantasi dengan Annihilation, sebuah adaptasi dari novel 2014 karya Jeff VanderMeer tentang seorang serdadu yang terluka di lahan yang terlepas dari peradaban dan berubah karena kekuatan luar angkasa, serta istrinya, seorang ilmuwan, yang masuk ke zona alien itu untuk menyelamatkannya.

Oscar Isaac — yang aksinya menari di Ex Machina banyak dibuat menjadi gif — memerankan si suami, sementara Natalie Portman adalah istrinya yang cerdas, sementara Tessa Thompson memerankan ilmuwan lain.

Otak Anda akan tergelitik dan mata Anda akan membelalak.

Hak atas foto
Marvel Studios

Black Panther

Marvel Cinematic Universe atau jagat sinema Marvel akan berusia 10 tahun ini, dan mereka mengawali dekade keduanya dengan film terkeren mereka; Black Panter, kisah tentang raja Wakanda — dalam legenda Marvel, ini adalah negara dengan teknologi paling canggih sedunia — yang juga seorang superhero.

Para pemainnya kebanyakan aktor kulit hitam papan atas, seperti Chadwick Boseman (yang menjadi karakter utamanya), Lupita Nyong’o (yang memimpin pasukan elite Wakanda yang semua anggotanya perempuan), Danai Gurira, Daniel Kaluuya, Angela Bassett, Forest Whitaker dan Michael B Jordan (sebagai karakter antagonis yang berotot dan sering telanjang dada, Killmonger).

Sutradaranya, Ryan Coogler, memukau penonton dan kritikus dengan Fruitvale Station dan Creed dan memiliki kemampuan untuk menggabungkan emosi yang mendalam dengan gerak kamera yang canggih — dibantu dengan sinematografer Rachel Morrison, yang baru saja menjadi perempuan pertama yang dinominasikan sebagai sinematografer terbaik di Oscar.

Dan selain itu, ada album soundtrack yang diproduseri oleh Kendrick Lamar!

Hak atas foto
Warner Bros

The 15:17 to Paris

Bahkan waktu pun tak bisa menghentikan Clint Eastwood.

Melihat balik ke perjalanan kariernya, Eastwood adalah bintang dari serial populer di TV AS, Rawhide, pada 1950an — kemudian dia menyutradarai film laris 2014, American Sniper.

Tak ada yang bisa menyaingi relevansinya selama itu.

Film terbarunya sebagai sutradara didasari dari kisah nyata tentara AS dan rekannya yang, saat cuti, menggagalkan serangan ganda di kereta ekspres dari Belgia ke Paris.

Yang menarik di sini adalah individu di dunia nyata yang terlibat menggagalkan serangan itu memerankan diri mereka sendiri dalam film.

Bisakah mereka berakting? Apa itu hal yang penting? Mari kita lihat.

Hak atas foto
Sony Pictures Classics

A Fantastic Woman

Chile kini telah mengeluarkan dua pembuat film paling menarik yang ada di dunia.

Antara Pablo Larrain, yang masuk ke Hollywood dengan filmnya pada 2016 lalu, Jackie, dan Sebastián Lelio, yang membuat film favorit festival pada 2013 lalu dengan Gloria, Chile menjadi negara Amerika Selatan yang memproduksi film-film paling menarik.

Karya terbaru Lelio, A Fantastic Woman, baru saja mendapat nominasi untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di Oscar, dan kini diputar di seluruh dunia.

Film ini mengisahkan tentang kisah cinta antara seorang pria yang lebih tua dan seorang perempuan transgender yang jauh lebih muda, dan perlakuan kejam yang diterimanya dari keluarga kekasihnya setelah si pria meninggal.

Daniela Vega, yang juga seorang transgender, tampil memukau dalam film ini — terutama mengingat masih banyak pembuat film yang memilih aktor cisgender (yang identitas gendernya sesuai dengan jenis kelamin saat ia lahir) untuk memerankan peran transgender.

Lelio akan semakin merambah Hollywood dengan dua film lain yang dijadwalkan akan diluncurkan tahun ini: Disobedience, adaptasi dari novel Naomi Alderman yang dibintangi oleh Rachel Weisz dan Rachel McAdams, dan pembuatan ulang film Gloria yang dibintangi oleh Julianne Moore.


Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di Ten films to watch in February di laman BBC Culture



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here