Home Sports Marcus/Kevin Belum Fit, Ganda Putra Tetap Berpeluang Juara All England

Marcus/Kevin Belum Fit, Ganda Putra Tetap Berpeluang Juara All England

45
0
SHARE


KOMPAS.com – Undian kurang menguntungkan dihadapi ganda putra Indonesia pada All England 2018 yang digelar di Birmingham Arena, Inggris, 14-18 Maret mendatang. Pasalnya, sudah bisa dipastikan dua wakil langsung tersingkir sebelum mencapai babak perempat final turnamen tertua di dunia tersebut.

Pasangan nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang datang sebagai juara bertahan, langsung bertemu Angga Pratama/Rian Agung Saputro pada babak pertama. Pemenang laga ini pun bisa langsung bertemu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto jika menang atas Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia).

(Baca juga: Pelatih Jelaskan Mengapa Fajar Alfan/Muhammad Rian Ardianto Belum Bisa Kalahkan Takuto Inoue/Yuki Kaneko)

Di sisi lain, kondisi Marcus/Kevin belum fit 100 persen. Pelatih ganda putra nasional, Herry Iman Pierngadi, mengungkapkan hal tersebut.

“Untuk Marcus/Kevin, sebelum saya berangkat ke Jerman, memang masih ada cedera sedikit di tangan Marcus dan Kevin. Tetapi, di sisa persiapan seminggu terakhir, saya rasa sudah membaik, walaupun tidak seratus persen,” kata Herry seperti dikutip BolaSport.com dari Badmintonindonesia.org.

“Mereka juga tahu dengan kondisi seperti ini, biasanya mereka akan mensiasati dengan perbedaan strategi permainan. Namun, kami juga harus tahu bahwa Marcus/Kevin belum pernah merasakan aturan baru servis.”

Meskipun demikian, Herry yakin Marcus/Kevin bisa mengatasi masalah servis karena PBSI sudah tiga kali mendatangkan hakim servis ke pelatnas untuk menilai servis Marcus/Kevin. Hasilnya, servis pasangan dengan julukan The Minions itu aman.

(Baca juga: Saksi Perjalanan Karier Lee Chong Wei Komentari Film Rise of The Legend)

Terlepas dari masalah aturan baru servis, Herry optimistis ganda putra Indonesia bisa meraih gelar All England. Namun, dia menyayangkan hasil undian yang dinilai sangat merugikan.

“Tetap optimistis dong, tetapi disayangkan drawing-nya kurang menguntungkan untuk Indonesia. Masukan buat BWF, kalau turnamen penting seperti All England, ada baiknya proses drawing itu disiarkan langsung via live streaming atau ada saksi,” ujar Herry.

“Misalnya seperti di beregu, drawing manual dan bisa dilihat semua orang. Jadi kalau draw-nya sudah begitu dan masih ketemu sesama Indonesia, ya namanya nasib. Kalau pun drawing menggunakan komputer, ada baiknya bisa disaksikan, kan jauh lebih fair, ini menurut pemikiran saya.”

Selain Marcus/Kevin, Herry menjelaskan bahwa untuk pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan penentuan perjalanan mereka di All England terjadi pada babak kedua melawan Zhang Nan/Liu Cheng (China).

“Namun, mereka juga harus waspada dari babak pertama, lawan pasangan Belanda (Jacco Arends/Ruben Jille), juga harus hati-hati. Kalau bisa melewati babak kedua, ada harapan bagi mereka,” aku Herry.

Soal performa sektor ganda putra yang sedang menanjak, Herry mengakui masih ingin melihat bukti berupa performa para pemain agar bisa menentukan pasangan untuk Piala Thomas dan Asian Games 2018.

“Semua juga mau masuk tim Thomas, main di Asian Games, mau juara, termasuk Fajar/Rian (Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto),” ujar Herry.

“Fajar/Rian harus buktikan, saya melihat bukan cuma ambisi dari omongan saja. Saya juga menilai dari hasil dan apa yang mereka lakukan dalam pertandingan.” (Delia Mustikasari)



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here