Home Tech Simulasi Perang Siber Menhan Anggota Uni Eropa Akan Dihelat Di Estonia

Simulasi Perang Siber Menhan Anggota Uni Eropa Akan Dihelat Di Estonia

131
0
SHARE
https://kumparan.com/

Menteri-menteri pertahanan negara anggota Uni Eropa akan menghelat sebuah permainan perang siber untuk pertama kalinya guna menguji tingkat respons mereka terhadap potensi serangan peretas komputer dalam salah satu misi militer mereka di luar negeri yang diberitakan Reuters.

Dalam skenario fiktif ini, misi laut Uni Eropa di perairan Mediterania akan disabotase oleh peretas yang memutus rantai komando dari darat dan melancarkan kampanye di media sosial untuk mendiskreditkan operasi UE tersebut dan memancing protes massa.

Setiap menteri akan berusaha untuk membatasi dampak krisisnya selama ujicoba berdurasi 90 menit dalam ruangan tertutu[ di kota Tallinn yang demi memberikan kesan nyata dibuatkan juga video berita yang menampilkan eskalasi situasi yang berlangsung.

“Kami ingin menunjukkan kepada para menteri dampak dari serangan siber,” kata Tanel Sepp deputi direktur dari perencanaan siber di kementerian pertahananan Estonia.

“Dunia siber telah menjadi alat konvensional di dalam perang modern,” kata Sepp yang ikut merancang latihan bertajuk ‘EU CYBRID 2017’ ini yang menunjukkan bauran antara siber dan hibrida teknik perang misalnya kampanye disinformasi.

Setelah serangkaian serangan siber global mengganggu perusahaan multinasional, pelabuhan dan layanan publik lainnya tahun ini, pemerintah di Eropa berusaha mencari cara untuk menghentikan peretas yang memadamkan infrastruktur penting atau melumpuhkan jejaring pemerintah dan korporat.

Pemerintah Estonia khususnya khawatir semenjak Rusia merebut Crimea dari Ukraina pada tahun 2014, dan telah menempatkan keamanan siber sebagai prioritas dalam enam bulan kepemimpinannya di Uni Eropa.

Estonia mendapat serangan siber di situs pemerintah maupun swasta pada 2007 yang mencapai puncaknya setelah keputusan memindahkan patung era Soviet dari lapangan di ibukota Tallinn diambil, yang memancing protes di jalan-jalan oleh warga negara Rusia dan perselisihan diplomatik dengan Moskow.

Salah satu negara paling melek internet di dunia dengan 95 persen pemerintahannya didukung oleh layanan daring, Estonia mempunyai komando siber yang terpisah dengan angkatan bersenjatanya. Namun mereka tentu saja punya celah keamanan.

Peneliti internasional pekan ini telah menemukan sebuah resiko keamanan pada chip yang terpasang di KTP Estonia yang dapat dimanfaatkan peretas untuk mencuri identitas seseorang, meskipun pejabat setempat mengatakan tidak ada bukti telah terjadi peretasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here