Home Tech Tukang Reparasi iPhone Tak Resmi Kalahkan Apple di Pengadilan

Tukang Reparasi iPhone Tak Resmi Kalahkan Apple di Pengadilan

13
0
SHARE


Liputan6.com, Jakarta – Sudah bukan rahasia kalau Apple menerapkan sistem ketat untuk seseorang yang ingin membuka sebuah layanan reparasi untuk perangkat-perangkatnya.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino, Amerika Serikat itu mengharuskan sebuah tempat reparasi memenuhi sertifikasi terlebih dulu. Tak hanya itu, Apple juga menerapkan aturan yang sangat ketat bagi para pelaku usaha semacam itu.

Karenanya, tak heran kalau Apple diketahui beberapa kali menggugat layanan reparasi yang tak resmi. Salah satunya dilakukan pada sebuah tempat servis di Norwegia karena menerima perbaikan iPhone tanpa komponen resmi.

Dalam gugatan yang dilayangkan pada tahun lalu itu, Apple menuntut pemilik tempat reparasi, Henrik Huseby, untuk tak lagi melakukan proses impor, penjualan, atau transaksi lain dengan produk yang melanggar hak cipta perusahaan.

Namun, dikutip dari Tech Spot, Selasa (17/4/2018), gugatan tersebut ternyata tak dimenangkan oleh pengadilan. Otoritas setempat menyebut tindakan Huseby tak dianggap melanggar hukum.

Undang-undang di negara itu memang memungkinkan seseorang mengimpor komponen mobile dari pabrikan Asia yang kompatibel dan sepenuhnya identik dengan layar perangkat, selama tak ada merek dagang yang ditampilkan.

Sementara, karena komponen yang dimaksud berupa layar dan logonya hanya tercetak di dalam, jadi tak terlihat oleh pengguna. Karena itu, pengadilan memutuskan Huseby tak melanggar hak cipta Apple.

Meski upaya hukum tersebut gagal di Norwegia, kondisi serupa dipastikan tak akan terjadi di Amerika Serikat. Sebab, Apple diketahui sudah bekerja sama dengan pemerintah untuk melarang peredaran komponen iPhone yang berasal dari pihak ketiga.



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here